Hanna bukan Hanna akhir-akhir ini. Semua karena masalah yang menimpa keluarga Hanna belakangan ini. Ada orang yang melakukan penipuan melalui ATM, dengan cara menelepon melalui handphone dan menghipnotis orang yang berada di ATM sehingga mentransfer semuaisi rekeningnya pada orang tersebut.
Tanpa bermaksud memperburuk nama siapapun;
Kami berusaha untuk menghubungi bank bersangkutan setidaknya membatalkan sementara proses transfer sebelum keadaan diperburuk. Bank Mandiri bersikukuh untuk mendapatkan surat dari kepolisian terlebih dahulu untuk proses pembatalan transfer dan pemblokiran ATM, sehingga proses untuk mencegah maling harus diperpanjang terlebih dahulu. Tentunya hal ini tidak salah, mengingat bank hanyalah media untuk transaksi ekonomi sehingga memang mereka tidak dilegalkan untuk asal memblokir tabungan nasabahnya siapapun itu, kecuali dengan izin kepolisian. Namun Bank BCA memberi kebijakan untuk memblokir ATM si tersangka terlebih dahulu dalam rangkan pengamanan, sementara surat polisi diproses…Hal ini nampak lebih bermakna bagi siapapun yang butuh pertolongan.
Kami pergi ke Polsekta untuk memproses hal tersebut, yang tentunya memakan waktu lama, dan kapasitas polsek berpikir hanya sampai pada proses 2 pada karya ilmiah anak sekolah dasar “Pengumpulan Data” (tanpa proses lanjut, karena menurut pak polisi, pihak banklah yang akan bertanggung jawab menyelesaikan hal itu), Hanna tau itu salah, Polisi yang berhak turun tangan untuk segala hal yang berhubungan dengan kriminal.Yah mungkin maksudnya pihak Bank dan Polisi Bank….mungkin seperti itu.
Esok harinya (bikin BAP lama kalee..) kami ke Bank Mandiri, kami melaporkan kejadian (yang kurang ditanggapi karena petugas semua sibuk tentunya). Kami diminta untuk mengirim bukti transfer, Surat polisi fotokopi KTP dan bla3..lainnya ke bank mandiri pusat, mandiri tempat si tersangka kira-kira berada, lalu kami diminta hubungi setiap nomor mandiri yang bersangkutan (sudah susah, dilempar-lempar) dengan embel-embel “tidak janji ya bu”. Tetap, demi keadilan, kami menghubungi mandiri satu persatu.
Jawaban Bank Mandiri setelah menanyakan no. rek dan bla-bla-bla2:
“Wah Hal itu sudah biasa bu, Ibu yang ke sembilan hari ini, uangnya cukup besar juga ya bu!”
“Wah, susah bu, biasanya hal seperti ini akan langsung dipeti-es kan, kami akan kesulitan mencari nasabahnya hal ini sudah sering terjadi, biasanya nasabahnya membuat rekening palsu” (kok bisa?!)
“Marah-marah aja terus Bu, toh kita gak akan bisa ngapa-ngapain” (Nah, mulai aneh)
“Hal ini sudah sering terjadi…” (349237491 x terngiang-ngiang di kepala)
kalo sering terjadi… kok dibiarkan?
kalo sering terjadi… kok bisa bikin rekening palsu
jangan jangan ini legal????
kami masih bersabar mengharapkan tindak lanjut dari semua pihak yang kami hubungi. beberapa dari kami trauma akan kelakuan pihak berwajib punya berbagai keinginan untuk melakukan pepatah “Melayani rakyat”.Untuk menyenangkan hati kami sedikit, Bank Mandiri memberikan kalender 2008 sebagai rasa…entah apa itu, (please dech sekarang udah bulan februari kalee…kalender 2008, so last year’s souvenir!) dan kami terima maksud baik itu dengan ucapan terima kasih.
kami tidak melanjutkan kasus ini versi bank BCA, karena kami sudah sangat menghargai tindakan preventif yang mereka ambil dengan cukup berani. Meskipun didorong keyakinan berakhir sama, toh nominalnya hanya 1/7 nominal di Bank Mandiri yang kami percaya. Dan ya, ini berakhir sama, tanpa bisa apa2 (menurut bank polisi tidak sanggup melakukannya)
jadi, yang mana yang harus kita percaya…polisi, atau bank?
Jadi kesimpulan yang Hanna peroleh :
Buatlah rekening palsu, lakukan tindak penipuan, dan anda akan kaya raya (toh yang sudah biasa ini tidak akan ada tindak lanjutnya)
yang ingin Hanna lakukan
Membuat buku “Menjadi Kaya di Indonesia” yang tentunya akan mengalahkan prinsip-prinsip yang mulia bapak Kiyosaki. (<- ngga serius!)
mendirikan bank
mengajukan proposal bala bantuan keamanan rakyat kepada pemerintah
mendirikan tempat ibadah dan pengembangan hati nurani didukung dengan yayasan sosial yang membuat rakyat sejahtera
menciptakan mesin “tanpa ampun pada siapapun yang ingin jadi jahat”
hilangkan perasaan kalau Oprah tidak akan kuat menghadapi kehidupan di sini.
berdoa setiap hari, mengucap syukur atas kehidupan hingga saat ini, memohon Tuhan membuka hati dan menyadarkan orang orang yang mungkin tidak sadar atas apa yang ia lakukan, memohon perlindunganNya terhadap semua rakyat di negeri ini, dan mengampuni orang-orang kejam itu atas kelakuan mereka. Semoga hari-hari menjadi normal kembali. AMIN.