Maafkan Hanna

Dua hari yang lalu, Hanna pulang kerja bersama Dhini, melalui (mau tidak mau harus lewat) jalan ternama di kota Bandung, suatu jalan tersohor yang menjadi ikon jalan besar Bandung, DAGO. Tepatnya harus lewat simpang Dago, karena, tentunya dilarang belok kanan dari pintu keluar kantor.  Ketika sampai di lampu merah yang mau ngga mau harus berhenti, ada anak perempuan sekitar enam tahun, dengan rambut pendek, kulit hitam, baju terusan pink datang menghampiri, menempelkan kacanya di kaca jendela mobil Hanna untuk melihat ke dalam, yang sebenernya hanna ngga tau dia mau ngapain, dan Hanna biarkan saja.

Lalu tidak lama setelah itu, masih dalam durasi lampu merah,  anak perempuan serupa dengan ukuran lebih kecil datang menghampiri dan melakukan hal yang sama di sebelah anak kecil sebelumnya. Anak ini lebih brengsek sepertinya. Dia teriak, “Mau chiki taro!!”, diikuti anak yang sebelumya, “Chiki taro, chiki taro!!” (chiki ya chiki, taro ya taro kalee). Emang ada bungkusan taro di selipan kursi sebelah kursi supir mobl hanna, yang akhirnya Hanna ambil dan Hanna berikan pada mereka.

OK, sekarang Hanna bertanya2. Apa kabar peraturan untuk para pengemis di jalan, setelah protes mengenai hubungannya dengan UUD 45 itu? Apa kabar privasi orang2 dengan kendaraan dan cemilan-cemilan mereka? Bagaimana perasaan mobil Hanna yang ngga salah apa-apa tapi harus di”gesruk” pake alat musik pengamen di jalan karena Hanna emang lagi ngga mau ngedengerin suara mereka dan hanna bener-bener ngerasa radio tuh lagi rame banget gitu loh siarannya!

Sekedar informasi, taro bukan sedekah yang (ingin, atau direncanakan) Hanna berikan pada dua calon pelacur in the next ten years itu, melainkan antisipasi  untuk mencegah  anak2 lainnya melihat produk pewangi mobil, CD music, ato meminta dashboard mobil yang ngga mungkin Hanna lepas gitu aja, dan yang terpenting, Hanna ngga pernah berniat untuk memberikan sesama Hanna manusia makanan yang sudah masuk angin, berubah warna, dan kadaluarsa dengan kesengajaan atau tidak refleks.

Hari ini  dan kemarin Hanna tidak lagi melihat anak kecil itu. Mungkin mereka di rumah sakit karena diare. Maafkan Hanna adik-adik kecil, salam buat siapapun yang memberimu makan malam hari ini.

There are no comments on this post

Leave a Reply