Hari ini, setelah pulang kerja, Hanna nonton Jumper bersama Krishna di CiwalkXXI. Krishna pengen punya kekuatan itu, dan kata Krishna bakal ada sambungannya.
can’t wait.
Nah, pas pulang, Hanna ke kamar mandi. Seperti biasa, sehabis film WC selalu penuh dengan orang2 yang baru keluar dari bioskop. Ini adalah salah satu praktik nyata pelajaran “ngantri” yang diajarkan oleh guru dan orang tua semenjak kita kecil. Krishna bilang Hanna skeptis, tapi bener deh, kalo untuk hal NGANTRI, Hanna ikutan. Menyumbangkan suara, selalu.
Kamar mandi belum terlalu penuh. Hanna memilih mengantri di belakang seorang wanita paruh ba…cukup tua. Ternyata dia bersama temannya yang datang kemudian dantang dan mulay ngantri di kamar mandi sebelahnya. Dan ternyata, ada seorang lagi temannya yang mau ke kamar mandi juga. OK, nene2 yang baru dateng ini silahkan memilih satu dari sekian ruang kamar mandi yang bisa diantriin dong, atau kalau mau ruang yang sama, di belakang Hanna saja! Tapi ternyata tidak.
Entah apa yang ada di pikiran orang tua ya? Dia milih nyelap di depan Hanna. Sampe rela nempelin badannya ke pintu kamar mandi setelah temannya yang tua juga itu masuk, demi bisa masuk kamar mandi sebelum Hanna.
Diantara sejumlah besar kamar mandi yang bisa dia antriin, dia milih nyelap antrian di depan Hanna. Heey… Apa yang salah sama Hanna ya? kalo emang mau motong antrian, ada aturan yang sah-sah aja. Ya masuk di depan temennya dong, (berarti dia nyelap temennya). Meski orang yang dibelakang pasti pada gondok, tapi toh masih bisa ditolelir, karena dianggap temennya memang sengaja ngantri buat dia. Tapi….
Ok. teringat masa kuliah dulu, Hanna punya dosen tua yang omongannya ngga bisa dilawan. Dia harus didengarkan dengan seksama, ngga mau disela, ngga mau denger pendapat orang, dan bahkan dia lupa akan apa yang baru saja dia omongin
) orang tua. Nenek Hanna pun sekarang sedang bermasalah dengan ketuaan dan kekuasaannya yang merugikan orang lain. Hanna tau Hanna akan menjadi tua nantinya. Tapi sebelumnya Hanna minta maaf, Hanna harus berkata jujur. Hanna benci anak kecil dan orang tua. Sifatnya sama, ngga bisa diajak kompromi. Memang ngga selamanya seperti itu. Kalau penyampaiannya tepat dan kebetulan mereka mengerti segalanya bisa berjalan dengan lancar, tapi maaf, Hanna selalu ngga suka kemungkinan yang dibawah 50%.
Mungkin nene ini yang punya XXI, ato sodaranya, ato ibunya, ato siapanya yang ngapain tempat itu, sehingga dia merasa seharusnya Hanna ngomong “Oh, silahkan duluan yang mulia, sebagai orang terhormat anda selalu mendapatkan kesempatan untuk masuk kamar mandi duluan” ke dia. Hihihihi, harapanmu.
berikut terlampir foto sang nenek agung keemasan (usia). Hanna yakin ngga ada yang ngebaca blog ini, tapi kalau ada, dan kalo kenal ama sang nene tua (atau grup nene tua menyusahkan) ini, sampaikan maaf Hanna padanya ya.
Seandainya nene ngga ngedorong2 dan ramah dikit, ngga usah minta juga Hanna kasih ne..Ne, maafin Hanna ya, ngebuat nene musti nempel pintu kamar mandi. Semoga nene bahagia.

aku pernah juga mengalami hal seperti ini. di ciwalk juga. dan dengan kakek2. karena dia nyerobot, aku maksa ikut masuk. akhirnya, ga mau malu, kita kencing bareng. (ini di wc yang ga ada tempat pipis cowok yang satu2 berdiri itu, semuanya kamar mandi, di daerah parkiran)
percaya ga percaya. ini terjadi.